Desa Tanjung Lasa Kembangkan Ekonomi Kelompok Kemitraan Konservasi Gunakan BMC
Beberapa pengembangan usaha yang sudah dilakukan diantaranya yakni pelatihan pengolahan keripik dan pengolahan ikan di tingkat desa. Untuk menjamin keberlanjutan usaha kelompok, maka upaya pembinaan dan pendampingan berkesinambungan perlu dilakukan melalui kolaborasi para pihak.
Penyampaian materi pengantar pengembangan usaha dengan Bisnis Model Canvas (BMC) oleh Pendiri Yayasan AIDA, Indra Kumara. |
Pembukaan oleh Kades Tanjung Lasa. |
Kepala Balai Besar TNBKDS, melalui Kabid Wilayah 1 TNBKDS, Junaidi, menyampaikan bahwa kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan dan pengembangan kapasitas tersebut merupakan pembinaan lanjutan bagi kelompok kemitraan konservasi Banua Sio di Desa Tanjung Lasa yang merupakan salah satu desa penyangga TNBKDS.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok kemitraan konservasi dalam mengembangkan bisnis atau usahanya, yang berbasis sumber daya lokal. Kami berharap nantinya kelompok masyarakat yang dibina oleh Balai Besar TNBKDS ini akan terus didampingi dan dilatih, agar kapasitas kelompoknya meningkat, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, sebagaimana tema kegiatan ini yakni alam lestari masyarakat sejahtera," ujarnya, Jumat (22/09/2023).
Para peserta dan kelompok binaan. |
"Usaha-usaha ekonomi yang dilakukan baru mulai dirintis, dengan hasil yang bisa menjadi aset bagi kelompok. Kami berharap, dari kelompok yang sudah terbentuk, ada yang berhasil dan semoga bisa mempengaruhi yang lain untuk bergerak bersama-sama membangun desa," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kades Tanjung Lasa, Stefanus Stevens, SE, mengaku sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada BBTNBKDS yang telah melakukan pendampingan secara rutin.
"Semoga kegiatan ini bisa membangun semangat dan memotivasi anggota kelompok kemitraan konservasi Banua Sio untuk mengembangkan usahanya. Saya berharap, penyusunan rencana pengembangan usaha ini disusun, agar kelompok ini bisa memiliki pedoman atau acuan dan dasar dalam pelaksanaan kegiatan kelompok berikutnya," ucap Kades.
Hal senada juga disampaikan oleh Pendiri Yayasan Adi Darma Kertabuvana (AIDA), Indra Kumara, dirinya menyambut baik ketika diminta membantu kawan-kawan TNBKDS untuk mengembangkan ekonomi kelompok Kemitraan Konservasi tersebut karena menurutnya hal itu sejalan dengan nilai-nilai Yayasan yakni BERIBADAH (BERkelanjutan, Integritas, kolaBorasi, Akuntabel, aDaptif, inovAtif dan Harmonis) dan selaras pula dengan ide pengembangan yayasan untuk mendukung upaya pembangunan berkelanjutan melalui 5 aspek yakni Ekonomi, Ekologi, Sosial, Kelembagaan dan Penataan Ruang di tingkat lokal.
"Keikutsertaan kami ini juga sebagai salah satu bentuk kontribusi kami dalam mendukung capaian Kabupaten Kapuas Hulu sebagai salah satu Cagar Biosfer di Indonesia," ungkap Indra Kumara. (Noto)
Tidak ada komentar